Senin, 10 Januari 2011

Kritisisasi Diri dan Negeri Sendiri


Indonesia yang aku kenal adil dan makmur. Namun dari aku kecil sampai sekarang aku besar belum pernah aku melihat keadilan dari para elit pemerintah kepada rakyatnya, dan aku juga belum pernah melihat kemakmuran dari para rakyat jelata yang selalu menjadi korban pengkhianatan dan keserakahan.

Negara kita yang katanya negara hukum tetapi aku melihat dan aku mendengar terjadi kenjanggalan pada setiap proses perkara tertentu, dan timbul pertanyaan dalam hati, sebenarnya hukum ini milik siapa? Sebuah tanda tanya besar bagi kita semua, apakah hukum ini hanya berlaku bagi para rakyat miskin saja? Kapan hukum ini bisa berjalan dengan tegak dan tegas di bumi negara ini? Terdakwa yang mempunyai harta berlimpah dengan seenaknya dia bisa berjalan bebas pada saat berada di dalam rumah tahanan, bahkan dia bisa plesiran sampai keluar negeri. Aduhai mau dibawa penegakan hukum ini? Sampai kapan ini terjadi? Kita lihat saja terdakwa kasus korupsi yang mengambil uang negara dengan jumlah yang tidak sedikit, masuk bui tetapi pada saat didalam bui seperti menemui kebebasan baru, namun rakyat yang setiap hari memperjuangkan hidupnya agar hari ini dapat makan, dan makanan yang dimakannya pun mungkin hanya seadanya seperti makanan didalam penjara kelas teri. Ooooh inikah negaraku?

Wahai rakyat yang merasakan susahnya hidup di negara ini teruslah kita berusaha dan berdo’a agar perjuangan kita selalu di berkahi Allah SWT, dan teruslah mencari rezeki yang halal sesuai tuntunan Al Quran dan Al hadits agar di akhirat nanti kita tidak merasakan susah yang seperti kita rasakan di dunia ini.

 Wahai para koruptor hendaklah engkau bertobat dengan taubat nasuha agar engkau tak sengsara di akhirat nanti dan ingatlah kekayaanmu di dunia tak akan kau bawa mati, untuk apa kau kaya di dunia tetapi kekayaanmu hasil dari tangan kotormu.

Dan Wahai para pemimpin lihatlah rakyat yang menitikan air mata karena beratnya persoalan yang dihadapi,dengarlah jeritan rakyat yang menjerit karena ketidak adilan dan keserakahanmu, dan Rasakanlah dengan hati nurani mu apa yang mereka rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar