Pulang kerja kala itu nampak tak bergairah, karena rencana yang telah dibahas oleh teman-teman sejak beberapa minggu lalu untuk kemping ke Sukamantri Bogor Jawa Barat gagal total alias GATOT karena ada salah satu teman saya yang tidak bisa ikut dan juga kurang matangnya persiapan, akhirnya setelah saya tiba dirumah lepas pulang kerja saya bingung akan kemana saya akan berjalan dan tempat tujuan mana yang akan saya tuju, sampai Ba’da Maghrib saya pun belum dapatkan ide untuk menentukan kemana saya akan pergi, karena saya sudah lama tidak jalan dan sudah lama tidak menikmati kegiatan dialam terbuka akhirnya saya mempunyai niat untuk jalan kecibodas menggunakan sepeda, namun dalam hati saya masih bertanya-tanya sama siapa saya akan jalan kesana, dan setelah isya saya coba buka kontak yang ada di Handphone kesayangan saya, munculah satu nama yang saya perkirakan orang tersebut mau diajak untuk menemani saya jalan, akhirnya saya pun mencoba sms ke nomor tersebut dan akhirnya teman saya tersebut langsung tidak basa basi menyetujui tawaran saya untuk kecibodas menggunakan sepeda, karena hari sudah malam lalu kami bertemu di stasiun tanjung barat untuk loading sepeda kami menuju bogor.
Setelah kami sampai tiba di stasiun tujuan kami, kami membeli air mineral terlebih dahulu karena air merupakan salah satu sumber energi untuk menggowes sepeda, setelah sebotol air ukuran satu liter dimasukkan kedalam tas kami pun langsung memulai perjalanan menggunakan sepeda.
Tak terasa perempatan Ciawi sudah kami lewati belum banyak tajakan yang kami lalui, namun pas di pertigaan keluar tol Jagorawi kami istirahat sejenak, jalan menanjak sudah didepan mata, kaki terutama dengkul masih terasa kuat untuk menggowes, namun setelah tiba di daerah mega mendung kaki sebelah kiriku sudah mulai keram, sejenak aku turun untuk istirahat, setelah saya rasa sudah mulai kendur saya pun menunggangi sepeda saya lagi, jalan masih terus menanjak tak jarang saya menuntun sepeda saya karena saya merasakan dengkul saya tidak kuat lagi utuk menggowes, saya rasa apa yang saya rasakan ini karena saya sudah lama tidak main sepeda dan juga malam sebelumnya saya bergadang hingga pagi karena melaksanakan tugas, jadi tenaga yang ada pada diri saya tinggal beberapa persen saja, namun saya masih punya semanagat yang tinggi untuk melanjutkan perjalanan, namun sewaktu sampai didepan pintu masuk wisata gunung mas kaki ku bertambah parah kali ini keram pada bagian kiri kanan, sambil istirahat roti dan tehmanis kami nikmati untuk menambah tenaga, sopir angkot yang masih beroperasi menggoda kami dengan menawarkan kami agar menggunkan jasa angkotnya , dengan tekad yang kuat dan semangat yang menggila kami menolaknya, teh manis sudah saya habiskan saya pun bilang ke teman saya kalau saya jalan duluan karena dalam perjalanan kali ini saya merasa terlalu letih, tanjakan semakin berat aku lalui akhirnya saya menuntun sepeda saya lagi dan sewaktu saya menuntun sepeda serasa ada yang memenggil saya untuk turun kembali, tetapi dengan semangat dalam hati saya tetap melanjutkan perjalanan hingga masjid Atta awun.
Hari mulai terang kami pun lanjutkan perjalanan, semangat masih menyatu dalam diri, sepeda pun kami gowes kembali tak terasa puncak pass saya lewati narsis sebentar sambil memanfaatkan cuaca yang cerah kami foto-foto,hehehe..setelah melewati puncak pass kami bagaikan ditemukan oleh syurga bagi olah raga sepeda yakni turunan atau jalanan menurun, hingga jalan masuk cibodas kami tak banyak mengayuhkan pedal sepeda, namun hanya beberapa menit saja kami menemukan syurga, usai itu jalanan menanjak hingga pintu gerbang cibodas, tiba dipintu masuk cibodas kami langsung menuju salah satu tempat persinggahan yaitu kedai Cantigi dan disitu sudah ada beberapa teman kami yang sudah tiba dari hari sebelumnya.
Perjalanan menggunakan sepeda kedaerah puncak atau cibodas tak membuat saya kapok walaupun kaki keram, badan pegel, mata ngantuk dan masih banyak rasa yang saya rasakan, namun saya malah ingin menggowes sepeda saya lebih jauh lagi. Karena bagi saya ini bukan sekedar hobi namun sudah menjadi kebutuhan pokok.




