Empat bulan aku bergelut dengan perkara dan permasalahan orang lain yang aku dan teman-teman tangani, ada yang selesai dan ada juga yang sedang dalam proses, kadang aku merasa bahwa permasalahan yang ada pada diriku saja tak kunjung selesai apalagi menyelesaikan permasalahan orang lain, tapi tak apalah aku anggap ini sebagai pengalaman yang sangat berharga dan tak semua orang dapatkan dan tak semua teman-teman aparat baju coklat mendapatkan pengalaman seperti ini, dan aku pun merasa senang bisa mendengarkan hingga merasakan apa yang sedang orang lain rasakan, tapi kadang kala orang lain yang perkara atau permasalahannya sedang ditangani tidak mau mengerti kesulitan apa yang sedang dihadapi para penyidik, bahwa penegak hukum khusunya penyidik tidak menangani satu perkara saja tetapi banyak perkara yang sedang ditangani dan tak jarang dalam biaya operasional untuk menyelesaikan berkas perkara hingga dikirim sampai jaksa penuntut umum dan sampai pengadilan negeri para penyidik menggunakan kocek dari kantong sendiri.
Selama empat bulan pula tubuh ini tak merasakan nikmatnya olah raga, entah apa penyebabnya? Apa hanya diri ini saja yang memang pemalas, tapi yang aku rasakan aku merasa lelah dan letih selesai dari melaksanakan tugas, tapi baru tadi Selasa tanggal 01 Februari 2011 aku mencoba untuk olah raga, walau tak seperti dulu yang sehari bisa dua kali aku bersepeda dan berlari atau bisa seharian aku bersepeda bersama teman hingga kota Bogor, tapi ini sudah cukup lumayan bagiku setelah pulang kerja aku bersama Anto (Mahasiswa UI baru lulus yang mencoba sepeda barunya) hehehe..bersepeda mengelilingi Universitas Indonesia dan lari mengelilingi bunderan balairum, sungguh terasa nikmatnya keringat keluar dari tubuh yang sudah empat bulan aku tak pernah merasakan olah raga, karena selama empat bulan aku selalu menggunakan sepeda motor untuk menuju kantor, kemudian sampainya dikantor lalu masuk dan duduk diruang yang ber AC, ya begitulah aku setiap hari, belum lagi kalau permasalahan yang terjadi di masyarakat meningkat, terkadang malam dijadikan siang dan siang tetap menjadi siang, walau terkadang mata sudah sayup-sayup dan otak tak mampu konsentrasi secara penuh tetapi pekerjaan masih harus diselesiakan dan wajib selesai di hari itu. Tapi aku merasa senang karena aku merasakan hal yang berbeda yang aku anggap ini sebuah tantangan realita hidup yang harus dijalani.