Semakin hari wajah murung nan kusam semakin terlihat
Dari hari ke hari wajah ku terlihat lebih senja tak sebanding dengan perjalanan waktu yang di tempuh,
Hidup di kota hanya mementingkan materi semata, saling berebut kekuasaan, berlomba mengejar pangkat dan jabatan,
Padahal hidup di dunia bukan hanya itu, apakah manusia sudah menganggap materi sebagai Tuhan.
Aku merasakan rindu pada jiwa ini tentang apa yang aku pernah lakukan,
Sudah lama jiwa ini tidak bercumbu dengan alam
Sudah lama Raga ini tidak merasakan terpaan angin gunung yang menggetarkan tubuh,
Aku merindukan air yang jernih nan sejuk pabila dibasuhkan ke wajah ku yang kusam ini,
Dan Aku merindukan hangatnya persahabatan yang terasa sampai kejiwa.
Inginku berlari dan bermukim ke daerah pedalaman yang alamnya masih terjaga kelestariannya.
Namun aku juga manusia yang mempunyai keluarga
Dan apakah aku mampu hidup bagai petani yang mampu mengangkat dan menancapkan cangkulnya di saat matahari membakar kulit,
Dan apakah aku mampu hidup bagai nelayan yang mampu menarik layar disaat terrjangan ombak dan kerasnya karang.
Hidup dikota aku bagaikan dibelenggu sang waktu
Sebenarnya aku hanya ingin ada waktu luang untuk menikmati Indahnya Alam ciptaan tuhan.
Tapi apa daya kota hanya melambungkan anganku, yang semua hanya bohong besar.
Yaa.. TUHAN apakah aku ini manusia normal yang mempunyai harapan disetiap waktu
Dan apakah aku ini hamba yang kurang bersyukur akan nikmat yang kau berikan kepadaku.



